Jumat, 15 November 2024

JEBOLNYA BENTENG KERATON PAJAJARAN

JEBOLNYA BENTENG KERATON PAJAJARAN

Ketika Ratu Nilakendra menjabat sebagai Raja di Pajajaran (1551-1567), Perang Pajajaran dan Banten sudah tak dapat terelakan lagi. Mulanya perang kecil diperbatasan tapi kemudian merembet menjadi perang besar. 

Banten yang kala itu diperintah oleh Sultan Hasanuddin (1552–1570) pada akhirnya memutuskan untuk sesegara mungkin mengakhiri riwayat Pajajaran dengan cara menyerbu Ibu Kota Kerajaan. Tapi Perang selama 9 Tahun tak membuat Benteng Pakuan jebol juga.

Guna dapat menjebol Benteng Pakuan, akhirnya Banten menggunakan taktik imbalan, dimana Banten berjanji akan memberikan hadiah yang besar bagi siapa saja yang membuka pintu gerbang Pakuan. Akhirnya didalam tubuh pejabat kerajaan Pajajaran ada seorang yang berkhianat namanya "Ki Jonggo".

Dikisahkan Ki Jonggo ini adalah Tentara Rendahan yang hidupnya selalu dibuli tentara lain, meskpun pengabdiannya lama ia tidak pernah naik pangkat, sebab itulah ia gelap mata dan berkhianat. 
Ketika Pasukan Banten yang besar menyerang Pakuan, Ki Jonggo kemudian membuka salah satu pintu Gerbang Pakuan, akibatnya pertahanan Pajajaran dijebol, dimana pada waktu itu Pasukan Banten akhirnya menguasai Ibu Kota dan pada akhirnya menguasai Keraton. 

Utungya, sebelumnya jebolnya Pakuan, Ratu Nilakendra telah berhasil melarikan diri dikawal oleh para Panglima Tempurnya. Serbuan ini, meskipun Ibu Kota Kerajaan Pajajaran, tapi Pajajaran masih tetap utuh, sebab rajanya membangun Ibukota Darurat di Pedalaman.

Sejarah Cirebon

Tidak ada komentar:

Posting Komentar